Laman

Maaf Blog ini telah berpindah domain ke sini

maaf atas ketidaknyamanan ini saya harapkan pengertian dari para pembaca.

Terima Kasih Telah Membaca Blog Saya

Rabu, 26 Agustus 2009

7 Cara Memutuskannya Baik-Baik

Ok, Anda tahu dan yakin sekarang bahwa hubungan dengan si doi tak bisa diteruskan lagi. Jadi, bagaimana memutuskan hubungan dengan baik-baik?!

Temui dia

Jangan memberitahu keputusan Anda ini di telepon. Bukan hanya kejam, namun ia akan bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga Anda tiba-tiba memutuskannya. Beri dia kesempatan untuk mendengar langsung dari mulut Anda. Email atau sms bahkan lebih buruk.

Undang dia ke rumah atau buatlah janji bertemu di luar. Carilah tempat yang enak untuk bicara dan pastikan ia duduk tenang saat Anda bicara. Jujurlah dengan alasan mengapa Anda minta putus.

Beri penjelasan

Kebanyakan pria itu cerdas. Dia ingin penjelasan yang masuk akal. Jadi jangan memutuskannya lalu meninggalkannya tanpa penjelasan. Ingatlah bahwa ia pernah menjadi pria yang Anda cintai. Jadi, berbaik hatilah dengan menjelaskan padanya alasan Anda minta putus. Anda berutang penjelasan padanya.

Salahkan diri sendiri

Adalah lebih mudah dan lebih baik jika Anda menyalahkan diri sendiri untuk hubungan yang kandas tersebut. Anda bisa mengatakan padanya bahwa Anda tidak siap untuk pria sebaik dirinya. Jangan lemparkan semua kesalahan padanya karena ini hanya akan memicu keributan dan pertengkaran.

Ingat tujuan mula-mula Anda adalah minta putus dan bukan bertengkar. Biarkan ia berpikir. Sekali Anda memberitahu dirinya, jangan buru-buru menginginkan jawaban.

Jika ia benar-benar mencintai Anda, maka hal ini akan mematahkan hatinya. Jadi, hargai dan berikan sedikit waktu baginya untuk menerima keputusan Anda ini.

Jangan hujani dia dengan pertanyaan dan ratusan kata maaf. Dia butuh beberapa menit untuk menyerap kenyataan pahit yang baru didengarnya.

Biarkan ia bicara

Dia mungkin ingin menyampaikan sesuatu, atau barangkali membahas tentang kesalahan yang ia buat hingga keputusan itu terjadi. Dengarkan kata-katanya, namun jangan sekali-kali berkata,"Oh, andai saja aku tahu..."

Sanggahan ini hanya akan membuat Anda jatuh pada lubang yang sama. Jadi, jika Anda memang berniat putus, maka jangan memberi reaksi yang mengundang kesempatan kedua.

Hanya teman sekarang?

Ide bagus jika ia juga menyetujuinya. Namun, pastikan Anda memberitahunya bagaimana Anda ingin hubungan baru ini berjalan. Jika dia tak ingin menjadi teman Anda lagi, maka hargai keputusannya itu.

Jangan memaksanya hanya karena Anda tidak ingin kehilangan pria sebaik dia dalam hidup Anda. Lepaskan dia.

Jika dia ingin pergi, maka biarkan. Jangan 'tarik' dia kembali dalam perbincangan. Dia mungkin hanya perlu untuk minum atau tidur setelah mendengar keputusan Anda tersebut

0 komentar:

Related Posts with Thumbnails